Pelajaran Tentang Takdir dari Palu Sulteng

Pelajaran Tentang Takdir dari Palu Sulteng

"Menghindari Gempa & Tsunami Ajal Menjemput Di Jawa Timur"  

Ketika saya berada di Dapur Umum Posko Lapangan Tondo Kec. Mantikulore Palu, 5 Nov 2018 sekitar pukul 07.30 WITA, saya dikagetkan dengan sebuah berita duka dari 2 anak remaja yang menginformasikan kepada ibu relawan warga setempat yang sehari-hari memasak di dapur umum Laznas Dewan Da'wah. Berita tersebut berasal dari telp keluarga korban di Lamongan Jawa Timur tentang kecelakaan yang menimpa sebuah keluarga.

Saya pun mendapatkan informasi dari Ibu Relawan Dapur Umum tersebut, bahwa keluarga korban ketika di palu berprofesi sebagai penjual nasi goreng, dan menyewa tanah ibu relawan untuk berjualan.

Ketika Palu digoncang dengan gempa bumi dan hempasan tsunami, keluarga korban mengungsi ke Lamongan Jawa Timur dengan menumpang pesawat Hercules dari Palu. Laki2 korban sempat berpamitan dan mengajak suami ibu relawan untuk mengungsi di Jawa Timur dengan membawa seluruh keluarga, karena ada isu  yang menyatakan akan ada gempa susulan yang lebih besar dan Palu akan tenggelam. Dan akhirnya keluarga tersebut menetap di mengungsi di Lamongan untuk sementara.

Dan hari ini, seorang ayah penjual nasi goreng tersebut menemui ajalnya di sana, bukan karena Gempa dan Tsunami. Tetapi karena kecelakaan motor ketika hendak membeli tiket untuk kembali ke Palu, istri korban mengalami patah kaki dan anak laki-lakinya harus operasi karena gegar otak.

Kita tidak bisa lari dari taqdir Alloh, kematian pasti akan menemui kita dimanapun berada dan kapanpun. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan kematian itu dengan amalan sholeh dan husnul khotimah.

Benarlah Firman Alloh SWT :

Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. ( QS. An Nisa’ ayat 78).

 Agus Samsono
Relawan Laznas Dewan Da'wah Pusat

Posting Komentar

0 Komentar